Jalan-jalan Jumat Malam


Yup, as the title, “Jalan-jalan Jumat Malam”, I visited some events on last Friday night. Awalnya sih cuma nemenin adekku aja, pasalnya tuh acara diadain sama sekolahnya, SMA 3 YK. Dan sebenernya agak males aja awalnya dateng ke acaranya anak SMA. Kenapa? Karena yang dateng (kebanyakan) pasti anak-anak SMA – from the same school – dan pas adekktu ketemu temen-temennya, aku pasti dikacangin, which is annoying.

Tapi eh, tapi… setelah dateng ke venue-nya, it’s not as bad as I imagined. Event yang kudatengin kemarin bertajuk DEDICART. Nah, dari namanya aja pasti tau dong, acara macam apa itu. Yup, ini semacam acara yang didedikasikan untuk seni – seni rupa, seni musik, etc. Format acaranya dibuat semacam pameran seni; ada beberapa karya seni yang dipamerkan, mulai dari lukisan, patung, sampai visualization video. Dan walaupun dibuat oleh anak-anak SMA, karya-karya yang dipamerkan, menurutku, luar biasa. Kreatif. Ada beberapa di antaranya yang idenya cukup unik dan menarik, sekaligus menggelitik *tsaah*. To be honest, aku sendiri nggak kepikiran pada hal-hal macam itu. Salut deh buat anak-anak itu.

PicMonkey Collage (2)

After that, I was dragged to see another exhibition, di tempat berbeda, acara yang berbeda, tapi masih punya benang merah – seni. Kali ini acaranya anak arsitektur UGM yang diadakan di museum Benteng Vredeburg. Kenapa ke sana? Simply because my little cousin, who dragged me there, wants to enter architecture faculty later. So, she wants to find out what do architecture students do, what thing they make, etc. Jadi, terdamparlah aku di antara maket-maket dan poster-poster desain karya para calon arsitek itu. Jujur, aku nggak bisa menikmati pamerannya. Pertama, ruangannya panas pake banget. Kedua, aku sama sekali nggak ngerti apa yang dipamerin. Di mataku nih, semua cuma kelihatan kayak rumah-rumahan mainan (no offense). It’s not because they all trash but simply because I don’t understand architecture (LOL). Tapi  nih, aku yakin, semua maket dan desain yang dipamerin di sana itu merupakan outcome dari otak-otak yang kreatif. Sangat kreatif malah.

Dari benteng Vredeburg, aku lalu meluncur ke depan Monumen Serangan Umum 1 Maret. Di sana sedang berlangsung acara yang masih satu rangkaian dari DEDICART. Di sana ditampilkan penampilan-penampilan yang didedikasikan untuk seni dalam wujud yang berbeda — dari yang dipamerkan yang tadi udah kulihat. Let’s say itu adalah “panggung seni”. Jadi DEDICART mengundang beberapa musisi Jogja dan manggung di sana. Dan aku cukup beruntung karena malam itu aku dapet kesempatan nonton Rotra manggung secara langsung. Gratis pula (hahaha).

Jadi, intinya, Jumat malam kemarin berkesan banget buatku. Jalan-jalan singkat itu juga memberikan sedikit pelajaran bahwa seni itu punya banyak bentuk. Dan apa pun bentuknya, seni yang bagus itu perlu diapresiasi.

Advertisements

Protect Paradise, Save The Earth


Tau nggak sih, setiap satu jam, hutan seluas 300x lapangan bola hancur dan ekspansi kebun kelapa sawit menjadi salah satu penyebab utamanya? Kebakaran hutan yang baru saja terjadi di Riau contohnya. Kabut asap yang ditimbulkan sekarang ini membahayakan warga. Seperti yang dilansir dalam Tempo.co, Senin, 3 Maret 2014 kemarin, kualitas udara di sana sudah masuk kadar berbahaya.

fact_1

Nah, itu baru dampak jangka pendek yang dirasakan. Menurut Greenpeace nih, kerusakan hutan di Indonesia ini 25%-nya disebabkan oleh konversi hutan dan areal gambut menjadi perkebunan kelapa sawit. Nah lho, makanya nggak heran deh, kalau Indonesia jadi salah satu negara penyumbang emisi karbon terbesar di dunia (kembali lihat kasus kebakaran hutan di Riau).

Nggak cuma itu, rusaknya hutan itu juga berimbas pada rusaknya habitat binatang dan tumbuhan yang ada di dalamnya. Populasi Harimau Sumatera yang sudah diklasifikasikan sebagai ‘terancam punah secara kritis’ pun kena imbasnya. Nggak cuma Harimau Sumatera, Orang Utan dan banyak spesies hutan lainnya juga terancam punah.

collect_1

Ironisnya, hasil dari perkebunan sawit yang juga dihasilkan dari pengerusakan hutan ini sebenarnya dikonsumsi oleh manusia sendiri (termasuk kita-kita juga, lho). Let’s say peralatan mandi, bahan bakar, sampai produk kemasan. Kita secara nggak sadar (atau malah nggak peduli) udah ikut menyumbang kerusakan hutan dengan menggunakan produk-produk tersebut. Jadi, mulai sekarang perhatiin deh, barang-barang yang kamu beli dan konsumsi supaya nggak menggunakan produk dengan kandungan sawit yang dihasilkan secara tidak bertanggung jawab dan membahayakan alam.

Jadi udah kebayang kan, kalau pengerusakan hutan terus terjadi. Mungkin dalam kurun waktu yang nggak lama, kita udah nggak bisa lagi menikmati keindahan alam Indonesia. Untuk itu, yuk, sama-sama ikut menjaga alam kita. Bergabunglah dengan Greenpeace dan tanda tangani petisi kampanye #ProtectParadise untuk menyelamatkan hutan kita. Caranya tinggal klik banner #ProtectParadise yang terdapat di sidebar blog ini. Bergabunglah bersama ratusan ribu orang lainnya sebagai langkah awal melindungi hutan Indonesia.

Pariwisata Massal, Yay or Nay?


Acara TV di Indonesia ternyata ada juga yang bermutu. 100 Hari Keliling Indonesia, begitulah nama program TV yang semalam kutonton. Malam itu, program TV tersebut menayangkan episode pulau Derawan, sebuah pulau di timur Kalimantan yang terkenal dengan pariwisata lautnya; diving. Bahkan pulau ini menjadi salah satu dari 5 besar destinasi wisata diving di dunia. Oleh karena itu banyak wisatawan lokal dan asing yang mengunjungi pulau ini. Bisnis pariwisata pun berjalan lancar dan berhasil mendatangkan pundi-pundi uang bagi penduduknya.

Namun di balik manisnya bisnis pariwisata di sana, pulau Derawan juga menyimpan cerita kelam akibat pariwisata massal yang sedang berlangsung di sana. Peningkatan jumlah penduduk secara drastis, yang tidak seimbang dengan luas pulau, serta kedatangan wisatawan yang over capacity pada musim-musim tertentu membuat pulau kecil bernama Derawan ini sesak. Tidak berhenti sampai di situ, ketidaksiapan para penduduk dengan pariwisata massal ini juga mendatangkan masalah tersendiri bagi pulau ini. Yang paling disayangkan tentu saja kerusakan alam yang terjadi karena kurangnya perhatian penduduk sekitar akan kelestarian lingkungan.

Mungkin ini juga yang sedang terjadi di Gunungkidul, pariwisata massal. Saat ini banyak obyek wisata di Gunungkidul ynag sedang menjadi primadona; telusur sungai bawah tanah, pantai-pantai berpasir putih yang masih perawan, trekking di gunung api purba, sampai menikmati indahnya malam di bukit bintang. Wisatawan lokal maupun asing pun datang berbondong-bondong, ingin mengunjungi satu per satu obyek wisata yang ada. Alhasil, jalan Jogja-Wonosari di saat weekend dan liburan pun menjadi padat, hampir menyamai jalan menuju Puncak, Bogor. Bahkan mungkin ini lebih parah karena kondisi jalan yang cukup ekstrem; jalan yang tidak begitu lebar, menanjak, plus banyak tikungan tajam. Perjalanan Jogja-Wonosari yang tadinya bisa ditempuh dalam waktu 1 jam menggunakan motor, sekarang jadi lebih lama – 1,5 sampai 2 jam.

Itu baru kondisi jalan, belum lagi pengelolaan obyek wisatanya yang terkesan seadanya, berantakan bahkan; manajemen parkir, pedagang, sampai hal kecil yang sering dianggap remeh tapi sebenarnya penting – sampah. Tak ayal, obyek wisata Gua Pindul pun menjadi rebutan karena kurang tegasnya pemerintah dareah dan kurang siapnya masyarakat dengan pariwisata massal. Mereka tidak melakukan perencanaan yang matang, yang penting uang datang.

601771_576559139077822_822607726_n

Lihat saja foto di atas. “Lihat foto ini kita SENANG tapi MIRIS.” Begitulah caption foto tersebut di akun facebook KotaJogja. Mungkin itu adalah bukti nyata dari kurang siapnya penduduk sekitar akan pariwisata massal. Sebagai warga Gunungkidul aku merasa senang karena Gunungkidul mulai dikenal, bukan lagi karena berita tanahnya yang tandus, tapi karena keindahannya. Di lain pihak aku juga merasa miris karena obyek wisata yang seharusnya dijaga kelestariannya menjadi rusak karena terlalu dieksploitasi demi faktor ekonomi.

Sebagai warga Gunungkidul sih, aku berharap semoga kondisi seperti ini tidak berlangsung lebih lama. Pemerintah bersama masyarakat harus bekerja sama dalam mengelola obyek-obyek wisata tersebut. Buat perencanaan yang matang, jangan hanya fokus pada sektor ekonomi, tapi pikirkan juga kelestarian alamnya agar obyek-obyek wisata tersebut bisa memberikan manfaat jangka panjang.

Terakhir, aku mau mengutip kalimat yang ditulis oleh KotaJogja perihal pariwisata dan pelestarian alam. “Marilah kita bersahabat dengan alam supaya kita bisa harmonis dekat dengan Alam yang memberikan berkah untuk kita.”

Reading is “Cool”


reading

Reading is a common activity which can be done by everyone. This activity doesn’t need many requirements; even a kindergarten can do it. They just need a book, a magazine, or a newspaper in front of them; sit down and begin to read. In case they don’t have a book to read they can browse on the internet and download ‘e-book’ (electronic book) or articles from the news site. But sometimes it just happen automatically when they’re on the way home or when they’re waiting for a bus in bus stop and see a big fascinating billboard on the side road. It is just that simple! But behind its simplicity, reading has so many advantages. There are at least three advantages of reading it; improve our knowledge, refreshes our mind, and can be done in anywhere and anytime we’d like to.

People read newspaper in order to get information about the latest news. They want to know about the government’s new policy, how the victim of the earthquake continues their life, and about the celebrities’ divorce. High school’s students also read mathematics’ text books in order to solve the mathematics’ quizzes or to master it. Many people do this (reading) whenever they want to know or understand about something they don’t really understand.

In reading people often find some new words which are unfamiliar for them. It is usually related to technical words. For example the word ‘compound’ and ‘base’ will have different meaning if we found it in a chemist article. In that context the word ‘compound’ means, “a substance consisting of two or more elements in a chemical combination in fixed proportion” (Oxford Advanced Learner’s Dictionary, 1995). While the word ‘base’ means, “a substance, e.g. an alkali, that can combine with an acid to form a salt” (Oxford Advanced Learner’s Dictionary, 1995). The meaning is really different compared with its common meaning. It sometimes causes a fuse but unconsciously it can enrich their vocabulary.

However, reading is not only a way to get information or knowledge. People sometimes read whenever they feel sad, frustrated, or hopeless. They usually read a novel, comics, or inspiring articles rather than text books in that kind of conditions. They are looking for composure, enlightenment, enjoyment, and happiness in reading. They can laugh or cry during and after reading. It seems like a silly thing, but believe it or not, they feel relieved after it.

Besides those two things above, there are still so many advantages that can be found from reading. People don’t have to go to the library to read. They can borrow it from book rental. In case they cannot find the book there, they can go to the internet cafe. They can browse the internet and download ‘e-book’ (electronic book) or articles from the news site. It’s an easy and cheap way to do because they don’t need much money to spend.

100 years later, people may not read just by holding a book or newspaper in their both hands. Neither have they also downloaded ‘e-book’ nor articles from internet. People will use a more ‘hi-tech’ method to read as the human being’s technological development. But the essence of reading will remain the same. It can be done by anybody, in anywhere and at anytime. Besides, reading also can improve our knowledge, enriches vocabulary, refreshes our mind, and the most important is cheap.

Motor Matic Injeksi Irit Harga Murah – Yamaha Mio J


Add Logo Yamaha Writing Competition

Sebagai salah satu produsen sepeda motor terbesar di dunia, Yamaha selalu mengerti kebutuhan konsumennya akan berkendara yang nyaman, aman, dan irit. Dan memenuhi kebutuhan konsumen juga merupakan tanggung jawab Yamaha. Didasarkan oleh alasan tersebut, Yamaha selalu menawarkan produk-produk yang mempertimbangkan keinginan dan kebutukan para konsumennya.

Indonesia sebagai salah satu pelanggan setia Yamaha juga dijadikan sebagai acuan Yamaha dalam mendesain produk-produknya. Sekarang ini pasar sepeda motor di Indonesia sedang dibanjiri oleh tipe motor matic yang penggunaannya lebih mudah dibandingkan dengan motor bebek. Namun sebagian besar motor matic yang beredar di pasaran dinilai tidak efisien karena boros bahan bakar. Oleh karena itu, untuk memenuhi keinginan konsumen akan motor matic yang efisien,stylish, aman, dan nyaman, Yamaha meluncurkan produk motor matic injeksi irit harga murah – Yamaha Mio J.

Seperti yang tertera dalam tagline-nya, “Semakin Cepat Semakin Irit…It’s Magic,” Yamaha Mio J tidak seperti motor matic kebanyakan. Yamaha Mio J merupakan motor matic injeksi yang irit bahan bakar. Hal ini dikarenakan Yamaha Mio J menggunakan rangkaian sistem yang diaplikasikan pada mesin, yaitu Low Friction Technology, DiAsil Cylinder dan Forged Piston, Fuel Pump dan YMJET-FI (Yamaha Mixture JET-Fuel Injection).

Low Friction Technology, DiAsil Cylinder dan Forged Piston, Fuel Pump dan YMJET-FI (Yamaha Mixture JET-Fuel Injection) memiliki fungsinya masing-masing. Low Friction Technology misalnya, dikembangkan untuk mengurangi segala jenis gesekan dan meminimalisir efek panas yang dihasilkan mesin sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit.

Penggunaan Fuel Pump dan YMJET-FI (Yamaha Mixture JET-Fuel Injection) juga membuat Yamaha Mio J lebih unggul dibandingkan motor matic lainnya. YMJET-FI menjamin penyemprotan bensin yang lebih akurat, sesuai dengan kebutuhan mesin. Oleh karena itu, kedua teknologi tersebut memungkinkan penghematan konsumsi bahan bakar hingga 30%.

Selain ketangguhan mesin, desain yang menarik juga tidak kalah penting dalam pemilihan sepeda motor. Yamaha, sangat mengerti akan hal itu. Oleh karena itu Yamaha Mio J menawarkan dua tipe Mio J, yaitu Mio J Family dan Mio J Teen.

Add Image Yamaha Writing Competition

Yamaha Mio J Family

Yamaha Mio J Family didesain untuk digunakan oleh kalangan umum atau keluarga yang ingin tampil dinamis, elegan, sporti, dan simpel. Sedangkan Yamaha Mio J Teen didesain khusus untuk kalangan remaja yang mendambakan kendaraan pribadi yang trendi dan modern. Ciri ini diperlihatkan dengan sentuhan 3-tone combination yang terdapat pada cover depan dan cover head lamp; spack board depan, cover sayap samping dan cover body belakang; cover body bagian bawah. Kombinasi 3 warna ini terdapat dalam beberapa variasi, yaitu hitam – putih – merah; hitam – hijau – abu-abu muda; putih – biru – abu-abu muda; putih – hitam – abu-abu muda; dan putih – merah – abu-abu muda.

Add Image Yamaha Writing Competition

Yamaha Mio J Teen

Untuk masalah harga, Yamaha selalu memberikan penawaran yang bersahabat bagi para pelanggannya. Seperti yang dilangsir dari situs resmi Yamaha Motor Indonesia, untuk harga on the road Jakarta, Mio J-FI dibanderol seharga Rp 11.990.000, Mio J CW-FI harganya Rp 12.800.000, Mio J-CW Teen FI seharga Rp 12.930.000.

So, tunggu apa lagi? Segera saja datang ke showroom Yamaha terdekat dan pilih tipe Yamaha Mio J yang paling cocok dengan Anda. Kapan lagi punya motor matic injeksi yang irit bahan bakar dan juga murah? Motor matic injeksi irit harga murah, ya Yamaha Mio J. “Semakin Cepat Semakin Irit…It’s Magic.”

Ini Aksiku! Mana Aksimu?


Earth_Hour_2012

Earth Hour akan diadakan lagi pada tanggal 31 Maret mendatang. Gerakan Earth Hour ini mengajak kita untuk sejenak mengistirahatkan bumi dengan mematikan lampu selama satu jam serentak di berbagai negara. Seperti yang dilangsir earthhour.wwf.or.id akan ada sekitar 26 kota di Indonesia yang akan ikut berpartisispasi. Kalau Bali bisa menghemat listrik sebanyak 322,2 MW dalam Nyepi kemarin, bayangkan berapa watt listrik yang bisa dihemat dalam Earth Hour mendatang.

Mengapa cuma satu jam? Well, momen satu jam ini hanya merupakan pengingat bagi kita semua tentang efek dahsyat upaya bersama menghemat energi.Hal kecil jika dilakukan bersama-sama maka akan berdampak besar, seperti mematikan lampu dan alat elektronik lainnya yang tidak terpakai di rumah maupun kantor. Mungkin bukan hanya dengan mematikan listrik, peringatan Earth Hour ini juga bisa dilakukan dalam banyak bentuk. Misalnya saja mengurangi penggunaan kantong plastik, menghemat air, atau menaman pohon. At last, let’s save our earth for our better future!

Benda Mungil Yang Disebut Rokok Itu…


cigarettes

Aku hidup di sebuah lingkungan dimana merokok adalah hal yang biasa. Aku tumbuh di sebuah negara dimana perusahaan pembuat benda mungil yang disebut rokok itu tumbuh dengan suburnya. Bahkan pemiliknya menjadi orang terkaya di seluh negeri. Sungguh menyedihkan.

Aku heran mengapa orang-orang masih mendewakan benda mungil yang disebut rokok itu, sementara mereka tahu benda mungil yang disebut rokok itu adalah neraka. Sepanjang hidupku hingga hari ini, aku sudah menyaksikan dua kerabat tedekatku meninggal karena benda mungil yang disebut rokok itu. Menyaksikan mereka begitu menderita menjelang kematiannya membuatku semakin ingin menjauhi benda mungil yang disebut rokok itu.

Pro dan kontra serta dilema.

Memang hidup adalah pilihan. Tapi merokok juga bukan keharusan. Jauhilah, hindarilah, dan menyingkirlah dari benda mungil yang disebut rokok itu and let your lungs breathe freely!