Drama Review: Nigeru Onna


Nigeru_Onna-p1.jpg

I don’t know how I crossed this drama. I rarely watch J-drama lately, but this drama just draw my attention.

At first, I don’t have any idea about the plot or whatsoever about this drama. I don’t really understand Japanese language — I’m referring to the title — so I just watched this drama without any expectation. To my surprise, this drama only has 6 episodes!!

So what is this drama about? Well, Rieko Nishiwaki played by Miki Mizuno has just released from prison after spending 8 years incarcerated on a false charge. She seeks out her former best friend, Azumi, who betrayed her. On the way she comes across a young murderess played by Riisa Naka.

However, this drama is not all about vengeance or revenge. It’s darker and sadder. The story is well written. It’s able to portrait and deliver the feeling of a person who is wrongfully accused, to be in her shoes and understand how she is treated, looked, perceived and to be on her side to seek the truth.

vlcsnap-00220

At the same time, this drama also succeeded to stir my feeling. For the first time I’m able to feel anger and pity at the same time while watching Mio. As the story goes by, I’m kind of understand why she acted like Reiko’s protector, never let anyone harm her, including killing a thief that stole Reiko’s purse (Ironically, Reiko doesn’t know this dark side of Mio). Even she doesn’t want to let Reiko meet her sister when she finally figures out Mio’s dark side. I kind of understand that she doesn’t want to be alone.

At the end, we’ll never know why Azumi gave a false confession that led Rieko being condemned as a murderer. Why? Because Mio killed her. However, this is still a recommended drama with Kento Kaku apperance as a bonus.

Advertisements

Currently Watching: Romantic Doctor Teacher Kim (ep. 1-4)


romantic_doctor_teacher_kim_poster

For these past six months I am kind of bored of romantic K-dramas. You know, the excessive love scenes from the start until the end, the predictable plot of a rich man with a poor woman, and soon make me sick. So here I am, watching “Romantic Doctor Teacher Kim” which was released on November 7,2016.

The first episode introduced the background of the three main characters; Doctor Kim, Kang Dong Jo, and Yoon Seo Jung. Actually, I was hoping that the first episode will explain more about Doctor Kim – why he called himself as “romantic doctor” or about the reason of his secluded life.But it tells about Kang Dong Jo and Yoon Seo Jung private lives more. Well, maybe the writer wants to save the best for the last and reveals Doctor Kim’s secret as the story reaches its peak.

Although I was a bit disappointed by unnecessarily romantic scenes in the first episode, I like how the drama shows the every day life of doctors in ER – how they deal with life and death problems, seniority, and troublesome patients. I was like I was watching Code Blue. However, I am not comparing these two right now.

rd5

At the end of this episode it was told that Yoon Seo Jung got a car accident with Doctor Moon, her boyfriend. She broke her arm. Her boyfriend died. Seo Jung was so upset. She then went hiking but tripped on the way. A stranger then passed by and helped her. She was brought to some strange place.

Seo Jung didn’t appear so much. Kang Dong Jo has more appearance in this episode. It had been 5 years since Seo Jung disapperance and Dong Jo already became a surgeon. However, he made a mistake when did a surgery on a VIP person. He then was sent to a small hospital in a remote area.

romdoc02-00375

This episode onward will be interesting.  Not only met the peculiar Doctor Kim, Kang Dong Jo also met Yoon Seo Jung in that hospital. Things got complicated then. He had to deal with patients with little staff.

#JelajahCandi: Menikmati Pesona Candi Abang, Ijo, dan Sambisari


“The journey of a thousand miles begins with a single step.”

Lao Tzu

Jogja itu punya banyak pilihan destinasi wisata, salah satunya wisata candi. Prambanan merupakan salah satu primadona wisata candi ini. Namun kali ini bukan Prambanan tujuan wisataku. Bersama seorang temanku, kami berencana untuk jelajah candi, yang sebenarnya tidak kalah memesona namun belum banyak di-explore.

First Destination: Candi Abang

PhotoGrid_1435262696153

Candi Abang ini termasuk destinasi wisata baru di Jogja. Walau masih tergolong baru, Candi Abang langsung bisa membius warga Jogja dengan keunikannya. Terletak di Dusun Sentonorejo, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Candi Abang tidak terlihat seperti candi kebanyakan. Bangunan candi yang sudah tertutup tanah selama mungkin ratusan tahun membuat candi ini terlihat seperti sebuah bukit. Oleh karena itu, banyak orang juga menyebutnya sebagai bukit Teletubbies—karena bentuknya yang mirip bukit pada serial anak Teletubbies.

IMG_20150625_222947

Menurut para ahli, Candi ini diperkirakan dibangun pada sekitar abad ke-9 dan ke-10 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. Candi yang berbentuk seperti piramida ini dinamakan Candi Abang karena terbuat dari batu bata yang berwarna merah (abang dalam bahasa Jawa). Ukuran alas Candi Abang adalah 36×34 m dan tingginya belum bisa diperkirakan. Candi ini diperkirakan berbentuk seperti piramida, dengan sumur di tengahnya. Belum diketahui pula apakah akan dilakukan ekskavasi ataupun pemugaran pada Candi Abang ini.

IMG_20150625_165627

Saat ini sepertinya pemerintah belum turun tangan membantu pengelolaan dan pengembangan Candi Abang. Sejauh yang bisa kami lihat, destinasi wisata yang satu ini masih dikelola warga setempat—bisa dilihat dari tempat parkir dan akses masuk candi yang masih meminjam tanah milik warga. Belum ada petunjuk jalan yang jelas untuk bisa ke candi ini. Namun jangan khawatir, hanya dengan bantuan aplikasi Waze, kalian akan bisa sampai dengan selamat. FYI, itulah yang kami lakukan saat melakukan jelajah candi ke Candi Abang ini.

Second Destination: Tebing Breksi

Sebelum ke candi yang kedua, kami mampir dulu ke Tebing Breksi yang kebetulan letaknya berdekatan. Mulanya, bukit ini hanyalah sebuah tambang batu biasa yang menyerupai bukit kecil setinggi kurang lebih 20 m. Namun akhir-akhir ini, para wisatawan yang hendak berkunjung ke Candi Ijo menyempatkan diri mampir ke tempat ini untuk sekadar berfoto.

IMG_20150625_220304

2015-06-26 10.13.23 1

Selain tampak eksotis, Tebing Breksi juga menawarkan pemandangan lanskap yang luar biasa. Katanya, dari atas tebing, kalian bisa melihat Candi Prambanan, Candi Sojiwan dan Candi Barong yang dilatari oleh gagahnya Merapi. Yet, since we arrived there right when the sun was above our heads, kita nggak betah lama-lama di sana—believe me, it was so hot there. Jadi ya, kami cuma keliling-keliling dan foto-foto sekadarnya aja.

Third Destination: Candi Ijo

Terletak di bukit dengan ketinggian sekitar 410 mdpl, Candi Ijo menjadi candi tertinggi di Jogja. Karena ketinggiannya, maka bukan saja bangunan candi yang bisa dinikmati tetapi juga pemandangan alam di bawahnya; daerah pertanian sampai pemukiman warga. Meski bukan daerah yang subur, pemandangan alam di sekitar candi sangat indah untuk dinikmati.

IMG_20150625_215334

Menurut sejarah, Candi Ijo dibangun sekitar abad ke-9, di sebuah bukit yang dikenal dengan Bukit Hijau atau Gumuk Ijo. Nah, dari situlah awal mula candi ini disebut dengan sebutan Candi Ijo. Jadi, bukan karena bangunan candinya berwarna hijau, ya.

IMG_20150625_233704

Kompleks candi terdiri dari 17 struktur bangunan yang terbagi dalam 11 teras berundak. Teras pertama sekaligus halaman menuju pintu masuk merupakan teras berundak yang membujur dari barat ke timur. Bangunan pada teras ke-11 berupa pagar keliling, delapan buah lingga patok, empat bangunan yaitu candi utama, dan tiga candi perwara. Peletakan bangunan pada tiap teras didasarkan atas kesakralannya. Bangunan pada teras tertinggi adalah yang paling sakral.

IMG_20150625_181704

Di bagian bawahnya masih ada beberapa candi kecil yang masih dalam proses pemugaran—beberapa malah dalam proses ekskavasi. Dilihat dari luasnya kompleks candi dan banyaknya bangunan candi, bisa jadi dahulu Candi Ijo ini merupakan salah satu pusat peribadatan umat Hindu yang besar.

Fourth Destination: Candi Sambisari

“Lho, candinya di sebelah mana, Vit?” Itulah kalimat pertama yang diucapkan temanku saat sampai di pintu masuk kompleks candi Sambisari—and likely, those who haven’t visited Candi Samisari before will have the same question. Wajar saja pertanyaan itu keluar, sebab Candi Sambisari berada 6,5 m lebih rendah dari wilayah sekitarnya. Jadi, dari kejauhan tentu bangunan candi tidak akan terlihat.

2015-06-26 11.03.33 2 

Terletak di Dusun Sambisari, Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman—10 kilometer dari pusat kota Yogyakarta—Candi Sambisari ini diperkirakan dibangun antara tahun 812-838 M, kemungkinan pada masa pemerintahan Rakai Garung. Kompleks candi terdiri dari 1 buah candi induk dan 3 buah candi pendamping. Katanya, dibutuhkan 21 tahun lho, untuk menggali dan menyusun kepingan batu-batu candi menjadi bangunan candi yang seperti sekarang. Salut deh, buat para arkeolognya.

PhotoGrid_1435326994292

Candi Sambisari ini merupakan destinasi terakhir kami. Memang, masih banyak candi-candi yang belum sempat kami kunjungi—atau bahkan sengaja kami lewati karena sudah sering ke sana; sebut saja Prambanan—seperti candi Kalasan, Plaosan, dan Pawon. Rasa-rasanya memang dibutuhkan waktu lebih dari satu hari untuk bisa mengunjungi semua candi yang berada di Jogja. Dan mungkin nantinya akan ada artikel #JelajahCandi Part 2 dst., tentu saja dengan objek candi yang berbeda dari sekarang.

Pegipegi.com: Cara Mudah Booking Hotel Online


Libur Lebaran udah deket nih. Mau liburan tapi bingung mau nginep di mana? Easy, fellas. With Pegipegi.com, now traveling is easy.

alasan-booking-di-PegiPegi.com

Dengan menggunakan sistem booking melalui internet, kalian bisa surfing, melihat jenis hotel berdasarkan lokasi dan range harga, testimoni hotel, dan fasilitas hotel. Kalian juga bisa mendapatkan info tambahan lokasi wisata/lokasi penting terdekat di sekitar hotel, kapan saja dan di mana saja. Tidak perlu repot-repot survey ke tempatnya langsung, cukup survey via smartphone/komputer dan kalian bakal dapet info lengkap hotel yang pas dengan kebutuhan dan keinginan kalian.

Untitled

Nah, selanjutnya, PegiPegi.com menyediakan metode pembayaran yang begitu beragam, mulai dari pembayaran via ATM, transfer bank, perbankanonline, hingga pembayaran via kartu kredit. Hal inilah yang membedakan PegiPegi.com dan menjadi keunggulan tersendiri dibanding situs booking hotel lainnya. Metode pembayaran yang disediakan sangat mengakomodasi kebutuhan warga Indonesia khususnya, yang pada umumnya belum memiliki kartu kredit sehingga proses booking hotel semakin mudah.

mo menarik. Karena bekerjasama dengan berbagai bank dan agen di Indonesia, jadi promonya juga banyak. Bahkan ada yang bisa mendapatkan diskon sampai 60%!

So, tunggu apa lagi? Just click the link below and book a hotel now!

Pegipegi Hotel

Register dan Dapatkan iPhone 6 dari Poin Web


Berubahnya angka tahun maka berubah juga angka di produk smartphone Apple. Dan tak terasa sudah mencapai angka 6 untuk sebuah produk fenomenal buatan Apple yang populer di seluruh dunia. Kali ini agak berbeda dengan tahun lalu, karena iPhone 6 dirilis dalam dua ukuran layar yang berbeda. iPhone 6 dengan layar 4.7-inci dan iPhone 6 Plus dengan ukuran layar 5.5-inci.

Dengan bergantinya angka seri iPhone maka lumrah jika terjadi perubahan desain yang cukup signifikan. Kali ini Apple memilih untuk keluar dari kesan kaku dengan bentuk baru yang lebih membulat. Selain itu, iPhone 6 menjadi ponsel tertipis yang pernah Apple rilis dengan dimensi 138.1 x 67 x 6.9 mm dan bobot 129 gram. Meskipun membesar dimensinya namun iPhone 6 masih masuk akal untuk digenggam dengan satu tangan dan dimasukkan ke saku celana.

Nah, ingin punya iPhone 6 secara cuma-cuma? Gampang, caranya tinggal klik banner di bawah ini, register, dan iPhone 6 menanti Anda.

Japanese Drama Watch List 2015: Into Summer


There are many Winter and Spring drama series for 2015 that I haven’t watch, but Summer is already here. Learning from the past, it would not be good to judge the upcoming dramas based on first impressions alone, or the “stellar” cast or even the storyline. When Wakamonotachi was first announced, I have zero interest, but the drama turned out to be one of the best of the season. It’s that good, and the major reason for my raves is the cast.

Here are 5 upcoming dramas I am excited to watch—based on the plot and the cast.

1. Death Note

Death_Note_zpsuxkrofjw

Date: From 10.30 p.m., Sundays, 5 July 2015
Station: NTV
Genre: Detective, sci-fi thriller
Cast: Kubota Masataka, Yamazaki Kento, Yuki Mio, Sano Hinako, Fujiwara Reiko, Seki Megumi, Maeda Goki, Yuge Tomohisa, Hankai Kazuaki, Sato Jiro, Matsushige Yutaka

 

Synopsis: One day, the god of death drops a notebook in the human world where it is picked up by Yagami Light (Kubota Masataka). It is the notebook of death that will determine people’s deaths. Once a name is written in the notebook, that person will die instantly.

2. Age Harassment

Age_Harassment-tp

Date: From 9.00 p.m., Thursdays, 9 July 2015
Station: TV Asahi
Cast: Takei Emi, Inamori Izumi, Seto Koji, Kaname Jun, Okura Koji, Naito Risa, Hara Mikie, Sugimoto Tetta, Fukikoshi Mitsuru, Asano Kazuyuki, Aso Yumi, Takenaka Naoto, Kazama Morio, Koizumi Kotaro

Synopsis: Yoshii Emiri (Takei Emi) is a new employee of a top trading company. In addition to her motivation, skills and ambition, she possesses both youth and beauty. This would appear to be her passport to happiness. But because she is assigned to the General Affairs Department, the old guard which only pays lip service to “female employment”, everything she possesses becomes a target of harassment. The company only requires Emiri’s youth and beauty. Her dream of doing a good job and eventually becoming an executive officer is quickly crushed. On the other hand, Emiri just has to flash a smile and the male staff would fuss over her even though she did not ask for anything. She becomes the target of jealousy of the older female staff. Emiri is given a hard time simply because of her youth and beauty. Although she endures this every day, she soon reaches the limit of her patience. When Emiri rebels against the old-fashioned company, what awaits her is …

 

3. The Last Cop

TLC_zpsrkttwfnq

Date: From 19 June 2015, Fridays
Station: NTV & Hulu
Genre: Detective
Cast: Karasawa Toshiaki, Kubota Masataka, Sasaki Nozomi, Matsuo Satoru, Kurokawa Tomoka, Kuji Akiko, Tayama Ryosei, Suzunosuke, Miyakawa Ichirota, Saito Yuki, Sano Shiro, Wakui Emi, Emoto Tokio (guest star), Takimoto Miori (guest star), Malia (guest star), Ryusei Ryo (guest star)

Synopsis: In 1985, Kyogoku (Karasawa Toshiaki) is an unconventional but passionate to the point of overeagerness detective who has solved many cases. He corners a violent criminal called Kagura, but at that moment, a bomb planted by Kagura explodes and Kyogoku slips into a coma for 30 years. One day in 2015, Kyogoku suddenly wakes up and visits his wife, Kanako (Wakui Emi). However, she has remarried and rebuffs him. Just at the moment he is behaving violently, he ends up getting arrested by a young detective, Mochizuki Ryota (Kubota Masataka) and brought to Yokohama Chuo Police Precinct where he is reunited with his former junior Suzuki (Miyakawa Ichirota), and boss Kujira (Tayama Ryosei). Kyogoku quickly returns to his position as a detective. However, he cannot comprehend the latest gadgets and the “new wisdom”. He keeps ignoring modern rules without a care and getting Ryota, who has been made his buddy, into trouble.

 

4. Tamiou

Tamiou_zpsdjtryw05

Date: From 11.15 p.m., Fridays, July 2015
Station: TV Asahi
Genre: Fantasy comedy
Cast: Endo Kenichi, Suda Masaki, Motokariya Yuika, Jiyoung, Takahashi Issei, Kaneda Akio, Minemura Rie, Yamauchi Takaya, Hara Kintaro, Iketani Nobue, Rokkaku Seiji, Kusakari Masao

Synopsis: One day, the current prime minister of Japan, Muto Taizan (Endo Kenichi), and his useless son, Sho (Suda Masaki), suddenly discover that they have switched bodies. With no known cause or solution at hand, Sho reluctantly ends up appearing in the Diet on his father’s behalf. But he completely cannot follow the deliberations as well as the questions and answers because it has been his routine to skip his studies. He is also repeatedly caught making childish responses or misreading kanji in documents. However, untainted by the adult world, Sho’s straightforward opinions and genuine feelings start to mobilise the Diet and the public. On the other hand, Taizan has to lead the life of a university student and search for a job on behalf of his son, but with the brains of a prime minister. He refutes arrogant interviewers with his overwhelming knowledge and debating skills. Although Taizan wins the war of words, he is an absolute failure in the interviews itself. Furthermore, several peculiar girls whom Sho has had relationships with appear and makes Taizan more bewildered.

 

5. Ramen Daisuki Koizumi-san

Koizumi_zpseifmpkir

Date: From 11.40 p.m., Saturdays, 27 June 2015
Station: Fuji TV
Genre: Food
Cast: Hayami Akari, Miyama Karen, Furuhata Seika, Ono Yutaka, Tanaka Hideki, Muramatsu Toshifumi

Synopsis: Koizumi-san (Hayami Akari), a cool, beautiful high school student of few words, is in fact a ramen expert who seeks and tries out delicious ramen with gusto every day.

Among those five, I guess Death Note receives the most attention since its manga’s so booming back then—and until now, I guess. It’ is rumored that the drama series differs from previous movie adaptations where the main characters battle it out as young professionals. In the new drama, both Light Yagami and L are college students.  There are also pros and cons about the cast—which probably I’d like to discuss later.

However, let’s just drop the debate and enjoy the dramas.

Menikmati Pagi dari 700 mdpl, Gunung Api Purba Nglanggeran


“Thousands of tired, nerve-shaken, over-civilized people are beginning to find out that going to the mountains is going home; that wildness is a necessity”

John Muir, Our National Parks

IMG_20150523_150649[1]

Aku nggak biasanya bangun pagi. Tapi hari itu, bahkan sebelum alarm HP-ku berbunyi, which is set to 5 a.m., aku udah bangun. Bukan…bukan karena sahur. Pagi itu aku dan adikku berencana melihat sunrise dari puncak gunung api purba Nglanggeran. Tidak perlu mandi. Cuci muka dan sikat gigi saja cudah cukup. Jam menunjukkan pukul 5. Ah, sudah kesiangan. Buru-buru kuambil kunci motor and vroom…off we go.

Butuh + 45 menit untuk sampai di Langgeran dari Jogja. Waktu yang cukup singkat, mengingat itu masih sangat pagi, belum banyak kendaraan yang lalu-lalang. Namun sepertinya kami sudah tidak bisa melihat sunrise. Pukul 6 kami sampai di area parkir dan sepertinya matahari sudah naik. Setelah memarkir motor, kami lalu membeli tiket masuk seharga Rp 5.000. Tiket di tangan dan pendakian pun dimulai.

IMG_20150526_094936[1]

Sebenarnya aku ini bukanlah termasuk anak pecinta alam yang sudah mendaki banyak gunung. Dibanding adikku yang sudah pernah mendaki Prau dan Merbabu, tentu pengalamanku yang baru pernah naik Bukit Sikunir dan Gunung Gambar ini tentu tidak ada apa-apanya. Aku bukan juga tipe orang yang rajin olahraga. Jadi jelas, belum sampai setengah perjalanan aku sudah terengah-engah—what a shame!. However, surrender isn’t in my dictionary. Walau mesti berhenti berkali-kali, pendakian tetap berlanjut.

2015-06-23%2006.43.13%201[1]

Setengah jam kemudian kami sampai di puncak. What a relieve! Perjuanganku ternyata nggak sia-sia. Tidak mendapatkan sunrise pun tidak masalah. Pemandangan yang kami dapatkan dari atas gunung sungguh luar biasa; embung Nglanggeran yang biru, pohon-pohon hijau, sampai tower-tower provider yang berdiri kokoh di antara hamparan sawah yang hijau.

2015-05-23%2012.39.47%201[1]

2015-05-23%2012.39.52%201[1]

Untuk waktu yang cukup lama kami hanya duduk diam, menikmati pagi dari puncak tertinggi Gunnungkidul. Menikmati suara kicauan burung, semilir angin gunung, sinar matahari pagi hingga kabut pagi yang menyelimuti bumi pagi itu mulai menghilang digantikan hijaunya hutan yang disembunyikannya.

IMG_20150523_125345[1]

Hari makin siang, matahari makin terik, dan suasana makin ramai—sudah makin banyak pengunjung. Perut kami pun sudah lapar. Tandanya kami harus segera turun.

Dibandingkan saat mendaki, waktu yang dibutukan untuk turun jauh lebih cepat. Namun, karena tidak terbiasa dengan kegiatan fisik yang berat, acara turun gunung harus disertai kaki yang tremor—maklum, pendaki amatir. Sekitar pukul 9 kami sampai di area parkir dan langsung memutuskan untuk pulang.

Overall, pendakian ke Nglanggeran kemarin cukup melelahkan tapi juga menyenangkan. Recommended deh buat kamu-kamu yang suka nature dan baru belajar naik gunung. Dijamin nagih!