Sungha Jung Plays Frozen’s Soundtrack on Youtube


It’s been a while since I watch Sungha Jung’s video on Youtube. I think it was his video playing Counting Stars (One Republic). Except his skills, I also notice that his age is also growing. He’s older and bigger now. And, surely, he’s getting more and more handsome (hehe).

Anyway, this time (finally) I get a chance to search his video again on Youtube (to be honest, I already subscribe his Youtube channel). And tadaa… I found him playing Let It Go (Frozen Ost.). Just like his other videos, this one is really amazing. Ah, and actually he uploaded two versions of this song. The first version was with guitar and the latest version was playing with ukulele. Both of them are stunning. But personally I like the guitar version most. I also embed the video from Youtube and audio from SoundCloud here so you can watch them by yourself.

Happy watching! Happy listening!:D

Advertisements

The Next Rising Star Carly Rae Jepsen


Ini nih the next rising star yang berasal dari Kanada. Namanya adalah Carly Rae Jepsen. Mungkin bagi beberapa orang, terutama di Indonesia, namanya memang masih asing. Tapi siapa sangka kalau cewek yang satu ini berhasil meluluhkan hatinya Justin Bieber. Eits, tapi bukan berarti Justin ninggalin Selena Gomez lho. Meluluhkan Justin Bieber ini maksudnya si doi kepincut sama suaranya Carly. Pada awal tahun 2012 lalu, jebolan Canadian Idol musim kelima ini menjadi opening act pada tur JB di North Amcarly rae jepsenerica. Dan melalui single dari album terbarunya, Call Me Maybe, si cantik Carly ini berhasil membuat JB untuk menariknya sebagai artis dalam manajemennya, yaitu School Boy Records milik manajer JB (Scooter Braun).

Tidak berhenti sampai di situ, single-nya yang bertajuk “Call Me Maybe” ini ternyata berhasil menyabet beberapa penghargaan di ajang MuchMusic Video Awards 2012. MuchMusic Video Awards atau MMVAs ini adalah sebuah acara pemberian penghargaan bagi video-video musik yang diadakan setiap tahunnya di Kanada. Dalam acara penghargaan tersebut Carly Rae Jepsen berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Most Streamed Video of the Year, Video of the Year, dan UR Fave Video untuk video Call Me Maybe. Baru-baru ini, si cantik Carly ini juga digaet Owl City untuk duet dalam single terbarunya “Good Time”. Jadi, rasanya nggak berlebihan kan kalau Carly Rae Jepsen ini disebut sebagai the next rising star.

Penasaran dengan suara Carly Rae Jepsen? Berikut video Carly “Call Me Maybe” dan “Good Time”.

Owl City feat. Carly Rae Jepsen–Good Time

 

Carly Rae Jepsen–Call Me Maybe

Sungha Jung Plays DEPAPEPE


Gimana jadinya kalau dua musisi favorit kamu berkolaborasi? It would be awesome, right? Nah, itu juga yang kurasakan saat tahu bahwa Sungha Jung ternyata juga memainkan lagu-lagu dari Depapepe. Just for your information, DEPAPEPE itu merupakan duo gitaris. Yang artinya, musik-musiknya itu selalu dimainkan oleh dua orang. Lalu gimana jadinya kalau seorang solo guitarist yang memainkan lagu-lagunya. Kebayang dong gimana sulitnya memainkan secara solo sebuah lagu yang seharusnya dimainkan secara duo. Penasaran kan? Berikut merupakan video Sungha Jung ketika memainkan “ONE” milik DEPAPEPE. It’s incredibly awesome. I love it.

Sungha Jung plays DEPAPEPE “ONE”

Sheila On 7 16th Anniversary 3 On 3 Concert: Sebuah Persembahan Bagi Sheilagank


Dalam rangka ulang tahunnya yang ke 16, Sheila On 7 mengadakan konser tunggal (yang disebut-sebut sebagai yang terbesar sepanjang 16 tahun karir mereka di industri musik) yang bertajuk 3 On 3 Concert. Konser ini diadakan pada tanggal 18 Mei 2012 lalu, bertempat di Grand Pacific Hall Yogyakarta. Yogyakarta dipilih karena band ini memang berasal dari Yogyakarta. Dan sampai sekarang pun seluruh personil SO7 ini berdomisili di kota yang terkenal sebagai kota pelajar tersebut.

Aku dan teman-teman tentu saja tidak mau melewatkan kesempatan untuk menonton konser tersebut. Bagi kami yang merupakan anak 90-an, alias lahir pada (more or less) tahun 1990, Sheila On 7 sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidup kami. Sejak SD, aku terutama, lagu-lagu Sheila On 7 seperti Dan, JAP, Sephia, dan Sahabat Sejati merupakan lagu wajib yang harus didengar dan dinyanyikan.

sheilaon7 3on3 concert 4

Berawal dari akun jejaring sosial manajemen Sheila On 7 yang disebut Twitter (@sheilaon7), aku dan teman-teman mengetahui berita terntang konser tersebut. Langsung saja, berbekal uang 40 ribu rupiah, aku dan teman-teman datang ke Starcross (yang kebetulan letaknya tidak jauh dari kosanku) untuk membeli tiket konser Sheila On 7. Sip, kwitansi sudah di tangan. Selanjutnya, tinggal tunggu tanggal mainnya saja.

Sebulan berlalu dan akhirnya tanggal 18 Mei datang. Diawali dengan antri untuk menukar tiket (selama 1 jam) dan kemudian antri lagi untuk masuk venue, akhirnya pada kira-kira pukul 7 aku dan teman-teman masuk juga ke ruangan konser.

Kami berada di area festival, dan aku bersyukur karena bisa berada dekat dengan panggung. Sambil menunggu konser dimulai, semua penonton duduk bersila di depan panggung. Pada kira-kira pukul setengah delapan terdengar bunyi gong sebanyak 3 kali dan tiba-tiba lampu padam. Sontak, semua orang yang tadinya duduk bangkit berdiri dan berlomba-lomba maju mendekati panggung. Akhirnya, setelah penjelasan singkat tentang peraturan konser dan lantunan instrumen musik, tirai merah yang menutupi panggung dibuka. Semua orang langsung histeris melihat Duta, Eros, Adam, dan Brian yang berada di atas panggung.sheilaon7 3on3 concert

Seperti namanya, 3 On 3 Concert, konser ini dibagi menjadi 3 sesi – masing-masing satu jam. Pada satu jam pertama, Sheila On 7 berhasil mengajak seluruh penonton berjingkrak-jingkrak sambil melantunkan lagu beat milik Sheila On 7 seperti Bertahan Disana, Bila Kau Tak Disampingku, Kita, Yang Terlewatkan, Tunjukkan Padaku, Pemuja Rahasia, Betapa, Anugrah Terindah yang Pernah Kumiliki, Itu Aku, dan Hujan Turun.

Satu jam berlalu dan lampu kembali dipadamkan. Sejenak perhatian para penonton dialihkan ke 2 layar besar yang berada di sisi kanan dan kiri panggung. Sambil menunggu sesi kedua dimulai, para penonton diajak untuk melihat ucapan selamat ulang tahun dari artis-artis dan Sheilagank Malaysia. Lalu tiba-tiba semua orang berbalik arah ke tempat penonton VIP berada. Ternyata di sana ada mini orkestra yang sedang memainkan salah satu lagu Sheila On 7. Sebagian penonton pun ikut bernyanyi. And then I was shocked karena tiba-tiba para personil Sheila On 7 muncul di panggung tersebut. Well, inilah bentuk keadilan yang dipersembahkan Sheila On 7 bagi para penonton. Aku yang tadinya berada di depan sekarang berbalik posisi menjadi di belakang.sheilaon7 3on3 concert 5

Pada sesi kedua ini Sheila On 7 membawakan koleksi lagu-lagu santai dan (kata anak gahol jaman sekarang) galau mereka seperti Berhenti Berharap, Sephia, Just For My Mom, Saat Aku Lanjut Usia, dan JAP. Walau irama musik mengalun santai dan tidak banyak orang yang “menggila” seperti pada sesi pertama, aku malah merasa sesak. Praktis karena lelah sehabis lompat-lompat dan oksigen yang ada harus kubagi dengan ratusan atau mungkin ribuan orang yang memadati Grand Pacific Hall malam itu. Namun harus kuakui Sheila On 7 bersama para krunya telah memberikan yang terbaik bagi kami malam itu. Sebab, di sesi ke-2 ini aku benar-benar bisa menikmati suara khas Duta dengan improvisasi-improvisasinya yang luar biasa di lagu Berhenti Berharap. Tak berhenti sampai di situ, aku kembali dibuat takjub ketika Eros, Adam, dan Brian bersama-sama memainkan gitar milik Eros untuk menciptakan suara gitar, bas, dan drum secara bersamaan dalam lagu JAP.

Satu jam terakhir dihabiskan di panggung utama. Setelah bersantai sejenak pada sesi dua, di sesi ini para penonton kembali diajak melompat-lompat seiring dengan dilantunkannya lagu seperti Pede, Sahabat Sejati, Have Fun, Berlayar, Terimakasih Bijaksana, Brilian, Pejantan Tangguh, Bait Pertama, Seberapa Pantas, dan Hari Bersamanya. Aku pun yang sebenarnya sudah dilanda rasa panas dan lelah yang luar biasa bisa dibuat kembali bersemangat, terutama ketika lagu Sahabat Sejati dibawakan dengan apik oleh Duta dkk.

Ketika jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, aku dan teman-teman – yang memang berada di depan panggung – memutuskan untuk pindah ke belakang mengingat setengah jam lagi konser akan selesai dan kami tidak mau berdesak-desakan untuk keluar venue. Di sana akhirnya kami bisa duduk dan merasakan segarnya udara yang keluar dari AC di atas kami (kebetulan, sisi ini tidak disesaki oleh penonton). Ketika lagu terakhir dinyanyikan kami beranjak berdiri dan meninggalkan tempat konser.

Pukul setengah dua belas malam akhirnya aku sampai di kos. Rasanya sayang kalau malam itu harus berakhir begitu cepat. Rasa lelah segera saja menyerang sekujur tubuhku. Namun ketika mengingat momen indah bersama teman-teman ketika menonton Sheila On 7, senyum kembali teurkir di bibirku. That was really an awesome concert. Thank you Sheila On 7. I’m waiting for your next concert. Open-mouthed smile

Boyband Rasa Baru


Belakangan ini pasar musik Indonesia sedang dibanjiri boy/girlband dari Korea. Tampilan fisik yang lumayan oke ditambah dengan koreografi ciamik dan kualitas suara yang cukup baik membuat boy/girlband dari Korea ini laku keras di pasar musik Indonesia. Personally, I don’t hate what so-called boy/girlband, either from Korea, Japan, America, or even Indonesia. Kalau mereka punya musikalitas yang oke, kenapa tidak. Hanya saja apa yang dianggap bagus itu relatif. Pasalnya, tiap orang memiliki selera yang berbeda-beda akan jenis musik. Kadar bagus pun akan berbeda-beda tiap orang.one direction

Karena punya rasa atau taste yang agak berbeda dari orang kebanyakan, di tengah fenomena boy/girlband Korea yang sedang terjadi di Indonesia aku menemukan sebuah “boyband rasa baru”. “Rasa baru” inilah yang membuat boyband ini  tidak seperti boyband Korea kebanyakan. Boyband yang baru saja kutemukan ini bernama One Direction yang terdiri dari Niall Horan, Zayn Malik, Liam Payne, Harry Styles dan Louis Tomlinson dan berasal dari UK (Irlandia).

Pada awalnya para anggota One Direction ini merupakan peserta The X Factor UK series 7 yang masuk boys category, namun mereka gagal. Kemudian, salah satu juri The X Factor mengusulkan agar mereka disatukan menjadi sebuah band dan dimasukkan dalam group category. Alhasil, mereka berhasil menjadi third winner, alias juara ke-3 dalam ajang pencarian bakat di Inggris tersebut.

Walaupun bukan pemenang di The X Factor dan terbilang baru di industri musik, single pertama mereka – “What Makes You Beautiful” – yang dirilis pada 11 September 2011 berhasil menempati urutan pertama UK Singles Chart. Setelah “What Makes You Beautiful”, One Direction mengeluarkan single kedua yaitu “Gotta be You” dan berhasil menempati urutan ketiga di UK Singles Chart. Setelah merilis dua single tersebut, pada 21 November 2011 lalu One Direction akhirnya merilis album pertama mereka bertajuk “Up All Night” yang juga laku keras di UK.

One Direction bukan hanya terbilang muda di industri musik, umur mereka pun masih terbilang muda – 19/20 tahun. However, dari segi kualitas mereka tidak bisa dipandang sebelah mata. Dari segi musik, tentu saja boyband yang satu ini memiliki rasa yang sangat berbeda dengan boyband dari Korea. Jenis musik mereka kurang lebih sama dengan boyband jaman dulu yang juga berasal dari Irlandia, Westlife. Sentuhan “muda” terasa  kental dalam musik mereka, terbukti dari banyaknya lagu dengan tempo up beat di album mereka.

Berbeda dengan boyband-boyband asal Korea yang selalu menampilkan koreografi yang apik, dan bahkan terkadang unik, One Direction doesn’t dance! Mungkin itu adalah salah satu alsan kenapa aku suka boyband asal Irlandia yang satu ini. Pasalnya, boyband-boyband  asal Korea kebanyakan, terkadang menyuguhkan tampilan dan koreografi yang agak “lebay”.

Untuk masalah style, well, boyband yang satu ini menurutku punya style yang lebih “normal” daripada boyband asal Korea (no offense). They wearLondon street-wear” style which is (menurutku) lebih bisa diterima oleh kebanyakan orang daripada style boyband asal Korea. Namun, sekali lagi, itu adalah pendapatku pribadi; tidak ada maksud untuk menjelek-jelekkan pihak manapun.

Bagi yang penasaran dengan One Direction, berikut adalah official website dan fan page mereka:

– Official website –> http://www.onedirectionmusic.com/gb/

– Fan page –> http://www.onedirection.net/

Acoustic in My Heart


Belakangan ini aku lagi ketagihan dengerin musik-musik akustik, terutama gitar akustik. Agak berlebihan mungkin, tapi menurutku, mendengarkan musik akustik bisa menenangkan pikiran dan juga hati. Tapi alasan yang sebenarnya adalah aku bosan mendengarkan lagu-lagu yang biasanya kudengar, terutama yang beraliran rock. Kadang kala mendengarkan musik dengan aliran yang berbeda bisa memberikan sensasi yang berbeda pula.depapepe2

Dari banyak musisi yang mengusung musik akustik, aku menyukai DEPAPEPE. DEPAPEPE ini adalah duo gitaris akustik dari Jepang. Musik DEPAPEPE dibentuk tahun 2002 dan sudah mengeluarkan 3 album indie dan 10 album resmi di bawah lebel Sony Music.DEPAPEPE ini pertama kali kukenal dari kakakku sekitar 5 tahun yang lalu. Pertama kali mendengar musiknya aku langsung teringat dengan salah satu program di salah satu stasiun TV swasta Indonesia yang memang sering menggunakan lagu-lagu DEPAPEPE sebagai backsound-nya.

Album DEPAPEPE yang paling anyar adalah ONE yan dirilis di Jepang tahun 2011 lalu. Di Indonesia, album teranyarnya ini baru bisa dinikmati pada 20 Januari 2012 lalu. Banyak lagu-lagu yang kusuka dari DEPAPEPE. Lagu yang paling kusuka dari album teranyarnya, ONE, ini adalah ONE dan Pride. Menurutku, 2 lagu ini berkesan ceria dan bisa memberikan semangat bagi yang mendengarnya.

DEPAPEPE juga pernah manggung di Indonesia dalam acara Java Soulnation 2011 lalu di Jakarta. Rencananya DEPAPEPE akan manggung lagi di Indonesia bulan Maret nanti, tepatnya tanggal 2 untuk berpartisipasi dalam Jakarta International Java Jazz Festival. Sebernarnya aku ingin nonton koser mereka secara live Maret mendatang. Tapi sayangnya tidak bisa.

sungha jungSatu lagi musisi pengusung musik akustik yang kusuka. Berbeda dengan DEPAPEPE, musisi yang satu ini cuma sendirian dan berasal dari Korea Selatan. Usianya pun masih sangat muda, 15 tahun. Namanya adalah Sungha Jung. Salah satu program TV swasta di Indonesia belum lama ini pernah memasukkannya sebagai salah satu anak berbakat dalam bidang musik.

Aku mengetahui nama Sungha Jung ini dari adikku yang juga belakangan ini sedang ketagihan musik akustik, terutama gitar. Ketertarikannya dengan gitar akustik inilah yang menghantarkannya kepada Sungha Jung. Orang-orang, dan bahkan di official website milik Sungha Jung, mengatakan bahwa Sungha Jung ini penganut finger style – memainkan gitar dengan cara dipetik.

Berbeda dengan DEPAPEPE yang sudah senior, Sungha Jung yang masih berumur 15 tahun ini baru memiliki 2 album; Perfect Blue dan Irony. Kebanyakan lagu yang ada di albumnya ini adalah versi cover lagu-lagu terkenal mulai dari Michael Jackson sampai Adele. Walaupun belum banyak menciptakan lagu sendiri, kemampuan Sungha Jung ini tidak perlu diragukan lagi. Melalui official website-nya bisa dilihat video-video Sungha Jung yang sedang memainkan gitar. Tak jarang, bahkan, Sungha Jung berduet dengan gitaris terkenal dari berbagai negara.

Berikut adalah video dari DEPAPEPE dan Sungha Jung.

DEPAPEPE “ONE”
Sungha Jung–A Thousand Years

Kalau memang tertarik dengan kedua musisi di atas, berikut adalah alamat official website mereka: