Hunting Foto yang “Instagram-able” Sambil Mengenal Binatang di GL Zoo


Bicara soal landmark Jogja, sudah pasti Tugu yang terlintas di pikiran. Tapi tau nggak sih, selain Tugu ada juga lho landmark lain yang layak dikunjungi juga di Jogja.

IMG_20160308_163017

Pada awalnya, GL Zoo ini bernama Kebun Binatang Gembira Loka. “Gembira” artinya gembira dan “loka” berarti tempat. Ide awal pembangunannya datang dari Sultan Hamengkubuwono VIII pada tahun 1933 yang menginginkan mempunyai tempat hiburan rakyat  berupa kebun raya (kebun rojo).

Processed with VSCO with t1 preset

Salah satu koleksi burung di GL Zoo

Walaupun sudah dicetuskan dari tahun 1933, pembangunannya baru bisa terealisasi pada tahun 1953 di bawah pimpinan Sultan Hamengkubuwono IX.

Dalam perkembangannya, Gembira Loka mengalami pasang surut. Selain masalah berkurangnya pengunjung, Gembira Loka juga mendapat sorotan karena dianggap kurang memperhatikan kondisi satwa di sana. Kebersihan juga sempat menjadi sorotan publik, yang membuat jumlah pengunjung berkurang.

Processed with VSCO with f2 preset

Blue insularis

Namun sejak tahun 2010, Gembira Loka mulai berbenah diri. Kandang-kandang yang tadinya dinilai tidak animal friendly mulai direnovasi. Kebersihan sekarang sangat diperhatikan. Bahkan dibangun pula “Bird Park” dan taman reptil dan amphibi.

Processed with VSCO

Processed with VSCO with t1 preset

Bird Park at GL Zoo

Sekarang, datang ke GL Zoo bukan hanya sekadar untuk belajar mengenal binatang. Banyak anak muda yang mengunjungi GL Zoo karena tempatnya yang Instagram-able. Hampir setiap sudut GL Zoo layak jadi background profile picture.

Processed with VSCO with c1 preset

Travel mate

Walaupun sudah banyak perubahan positif yang dilakukan, masih ada beberapa PR yang harus dikerjakan manajemen GL Zoo. Permasalahan ini sebenarnya juga dialami banyak kebun binatang di dunia. Atraksi satwa bagi para pecinta binatang dianggap tidak pantas dilakukan dan harus segera dihentikan.

Bagi penonton mungkin menyenangkan melihat seekor beruang madu mengendari sepeda roda satu atau mungkin menyaksikan gajah bermain sepak bola. Namun yang terjadi di belakang panggung tidak semenyenangkan di  depan panggung. Para satwa ini ‘dipaksa’ untuk menuruti keinginan si pawang. It’s indescribable. That’s terror for the animals.

Sebagai pihak yang tidak terlibat langsung memang rasanya sulit menghentikan hal tersebut. Namun dengan tidak ikut menonton atraksi satwa, berarti kita sudah mendukung aksi anti kekerasan terhadap satwa.

Lokasi

Jalan Kebun Raya No.2 Kotagede, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Harga Tiket

Senin – Jumat Rp 25.000

Sabtu-Minggu atau hari libur nasional Rp 30.000

Jam Operasional

Senin-Minggu | Jam 08.00 – 17.30

2 thoughts on “Hunting Foto yang “Instagram-able” Sambil Mengenal Binatang di GL Zoo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s