#JelajahPantai: Dari Nglambor Hingga Sadranan


“In every outthrust headland, in every curving beach, in every grain of sand there is the story of the earth.” 

Rachel Carson –

Bagi saya, pantai tidak pernah gagal memesona. Apalagi memiliki kesempatan untuk mengunjungi berbagai pantai yang memiliki karakteristik yang berbeda pula. It’s paradise!

2016-02-27 05.38.19 1.jpg

Gunungkidul adalah salah satu daerah yang memiliki garis pantai yang panjang. Dari ujung barat di pantai Baron hingga pantai Wediombo di ujung timur. Setelah beberapa yang waktu berkesempatan menghabiskan sore di pantai Drini, kali ini saya akan berbagi cerita tentang pengalaman saya jelajah pantai, dari Nglambor hingga Sadranan.

FIRST DESTINATION: NGLAMBOR

Terletak di sebelah barat pantai Siung, Nglambor terkenal dengan wisata snorkeling-nya. Menarik tentu saja. Bagaimana tidak? Di barisan pantai selatan yang terkenal ganas karena ombaknya yang besar, ada tempat yang bisa untuk snorkeling.

2016-02-27 05.38.42 1.jpg

Ada mitos yang dipercaya masyarakat setempat yang mengatakan bahwa pantai ini dilindungi oleh dua kura-kura raksasa. Karena itulah, pantai Nglambor dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa. Jika dilihat dari fitur geografisnya, pantai Nglambor memang ditutupi oleh dua pulau karang raksasa. Pulau-pulau karang ini pada akhirnya berfungsi sebagai pemecah ombak – menghalangi ganasnya ombak dari Samudera Hindia mengehempas tepian pantai.

2016-02-27 05.38.33 1.jpg

Saat kami sampai di sana, ombak sedang tinggi. Niat bermain air dan mencoba snorkeling pun kami urungkan. Akhirnya, kami hanya melihat-lihat saja. Mencoba turun ke bawah, menapakkan kaki di pasir pantai, dan merasakan ombak pantai Nglambor.

 

SECOND DESTINATION: JOGAN

Dalam bahasa Jawa, jogan berarti lantai. Sebelum melihat secara langsung, yang ada dalam pikiran saya, pantai Jogan memiliki sesuatu yang terlihat seperti jogan. Ketika sampai di tujuan, saya bertanya-tanya di manakah jogan-nya?

Tidak seperti pantai-pantai pada umumnya, pantai Jogan ini memiliki air terjun yang airnya langsung jatuh dari atas tebing ke bibir pantai. Mungkin, nama jogan diambil dari tebing air terjun yang menyerupai jogan (lantai). Tapi, terlepas dari benar atau tidaknya hipotesis saya, pantai Jogan memang unik. Tidak banyak pantai yang memiliki penampakan seperti ini.

2016-02-27 05.38.26 1.jpg

Sewaktu kami di sana, debit air tidak terlalu banyak karena hujan sudah agak lama tidak turun. Jadilah air yang turun dari atas tebing pun hanya sedikit. Penduduk sekitar bilang kalau pemandangan akan terlihat lebih indah saat musim hujan. Debit air akan meningkat dan air yang turun dari atas tebing akan terlihat lebih indah.

Karena tidak ingin basah-basahan dulu, kami memutuskan untuk tidak turun ke bawah tebing. Selain itu, waktu sudah menunjukkan pukul setengah 12. Kami memutuskan untuk beranjak pergi ke barat, menuju pantai berikutnya dan mengisi perut yang mulai keroncongan.

THIRD DESTINATION: SADRANAN

Saya kaget saat menginjakkan kaki di pantai Sadranan. Enam tahun berlalu sejak terakhir kali saya berkunjung di sini dan suasananya sudah sangat berubah. Sadranan yang bak pantai pribadi saat itu sudah berubah menjadi pantai yang penuh dengan manusia. Deretan gazebo dan cottage memenuhi pinggir pantai. Belum lagi deretan payung-payung dan persewaan alat snorkeling.

Processed with VSCO with f2 preset

Memang, dibanding pantai-pantai yang lain, ombak di pantai Sadranan relatif tenang. Namun, saya baru tahu kalau ternyata bisa snorkeling di sini.

Karena matahari sangat terik waktu itu, kami memutuskan untuk berteduh di bawah payung. Jadilah kami menyewa satu payung beserta tikarnya. But, still we can feel the heat.

However, perut lapar dan minta diisi. Bekal roti dan beberapa cemilan pun kami santap. Setelah energy kembali full, sekitar pukul 2 kami memutuskan untuk mencoba snorkeling. Jujur, sebenarnya saya takut. Karena selain tidak pandai berenang, snorkeling, ini baru kali pertama saya akan mencobanya.

Berbakal uang 35K kami sudah bisa menyewa peralatan snorkel dan mendapatkan foto underwater. Ternyata, snorkeling itu tidak mudah. Membiasakan diri untuk bernafas menggunakan mulut ternyata tidak semudah yang terlihat. Seringkali air laut masuk dalam mulut dan tertelan. Terkadang, karena panik, air laut pun masuk ke hidung. We failed at the first try.

2016_0227_141502_050.JPG

Butuh waktu yang tidak sedikit untuk bisa menyesuaikan diri. Saat akhirnya bisa bernafas lewat mulut dengan benar, ombak menghempas dan membawa badan ke arah yang sama sekali tidak saya kira; kadang ke kanan, kadang ke kiri, kadang maju, kadang juga mundur. It was so difficult to stay still or move to your desired-destination. Selain itu, saya juga takut kalau-kalau menginjak terumbu karang. Jadilah dengan kemampuan seorang amatir, saya berusaha sebisa mungkin menyelam dengan hati-hati agar tidak menginjak terumbu karang – and forgive me if I did.

Karena tidak memakai celana panjang, kaki kami pun akhirnya harus mengaku kalah dari tajamnya karang. Setelah sampai di bibir pantai kami baru sadar kalau kaki kami sempat bersentuhan dengan terumbu karang. Rasanya perih. Jadi bagi kalian yang ingin melakukan snorkeling di Sadranan, disarankan untuk memakai celana panjang, ya.

Puas bermain-main, kami pun rehat sejenak. Gerimis sempat turun sore itu. Menarik karena saya tidak pernah menjumpai hujan di pantai sejauh ini. Setelah gerimis reda, sudah saatnya kami berpamitan dengan laut yang biru dan memutuskan untuk pulang.

5 thoughts on “#JelajahPantai: Dari Nglambor Hingga Sadranan

  1. Mba, minta referensinya dong, kalo mau snorkeling enakan di Nglambor atau Sadranan? Baik dari sisi lokasi, keamanan, hingga fasilitasnya lebih prefer yang mana? Makasih.

    • Saya belum pernah snorkeling di Nglambor, mas. Jadi saya tdk bisa membandingkan keduanya, termasuk soal preferensi tempat.
      Yang jelas, menurut saya, ombak Sadranan relatif tenang (berdasarkan pengalaman). Namun ini tidak menjamin kalau ombak di Nglambor lebih besar. Hanya kebetulan saja waktu saya berkunjung ke Nglambor, ombak sedang besar. Dilihat dari jarak, kalau mas Budi berangkat dari Jogja, maka Sadranan lebih dekat daripada Nglambor. Pantai Nglambor terletak hampir di ujung timur Gunungkidul, dekat pantai Siung.
      Semoga infonya bisa membantu, mas. Terimakasih sudah mampir ke blog saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s