Weekend Kelabu: Hujan Abu Vulkanik Kiriman dari Kelud


#PrayForKelud #vscocam #vsco

A photo posted by Kusuma Wardani (@agustinaeka) on

Kelud batuk-batuk, Jogja pun kena imbasnya. Nggak ada yang nyangka kalau si abu vulkanik gunung Kelud ini bakal terbawa sampai ke Jogja (baca beritanya di sini). Daun-daun di pepohonan berubah menjadi putih. Jalan-jalan dipenuhi abu. Tebalnya mungkin sampai 3-5 cm. Langit juga kelabu karena tertutup oleh abu. Hujan abu kali ini lebih parah daripada saat erupsi Merapi kemarin.

Kota Jogja udah seperti kota mati; sepi. Hampir nggak ada orang yang melakukan aktivitas di luar rumah. Paling hanya ada satu dua orang yang lewat. Sekolah-sekolah libur. Kantor-kantor instansi pemerintahan libur. Kantor-kantor lain juga diliburkan. Toko-toko tutup. Pasar-pasar tutup. Warung-warung pun juga tutup. Perekonomian lumpuh.

Sebagai anak kosan, tutupnya warung-warung makan itu sungguh merepotkan. Tentu saja karena aku harus menahan rasa lapar sampai hampir sepagian, Jumat 14 Februari kemarin. Karena sudah nggak tahan, akhirnya, dengan mengerahkan seluruh keberanian dan tenaga, aku memberanikan diri untuk keluar kos. Tentu saja tidak ada warung yang buka. Dengan berjalan kaki, lengkap dengan masker, jumper, dan payung aku menuju mini market yang berada tak jauh dari kosan.

Sampai di sana, ternyata, ada banyak orang yang bernasib sama denganku; anak kosan yang kelaparan. Kami langsung menuju bagian rak yang berisi makanan instan; mi instan, kornet, sarden kaleng, dll. Beberapa di antara mereka bahkan langsung membeli dalam jumlah banyak. Aku maklum sih, soalnya hujan abu kali ini benar-benar parah. Selama abu masih di mana-mana, pasar dan warung belum akan buka. Praktis, akmi hanya bisa bergantung pada makanan-makanan instan tersebut.

Berita bagusnya, hujan abu berhenti pada sekitar pukul 11 siang. Namun, tentu saja, kami masih harus melewati weekend kemarin dengan kelabu. Pasalnya, hujan yang diharapkan bisa meredam ‘ganasnya’ si abu vulkanik tak juga turun. Warung-warung juga belum buka. Jadi, walaupun lokasi kami tinggal jauh dari lokasi bencana meletusnya gunung Kelud (Kediri, Blitar, Malang), kami juga harus ikut prihatin.

Sekarang, tiga hari sudah berlalu sejak hujan abu turun di tanah Jogja. Kondisi sekarang jauh lebih baik. Apalagi, ditambah dengan hujan yang akhirnya mengguyur Jogja dan sekitarnya malam tadi. Warga mulai bersih-bersih. Pasar sudah mulai ramai oleh kegiatan jual-beli. Toko-toko pun sudah banyak yang kembali buka.

Harapanku sih, semoga nggak ada hujan abu kiriman dari gunung Kelud lagi. Semoga juga, kondisi di Kediri, Blitar, dan Malang sana (lokasi gunung Kelud) berangsur-angsur membaik seiring menurunnya aktivitas gunung Kelud. Semoga juga, semuanya menjadi lebih baik lagi mulai hari ini😀

2 thoughts on “Weekend Kelabu: Hujan Abu Vulkanik Kiriman dari Kelud

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s