Petani Sehari


Belum lama ini, setelah resmi pensiun, bapakku mulai memperdalam hobi lamanya – berkebun. Sudah sejak lama, bahkan mungkin sudah sejak muda bapak menyukai yang namanya berkebun.

Dari menyiram bawangmulai aku kecil sampai sekarang berumur 21 tahun, tidak pernah halaman rumahku sepi tanaman. Mulai dari kacang tanah, kacang panjang, kacang kedelai, jagung, bawang merah, cabai, labu, melon, semangka, ubi jalar, singkong sampai dengan tembakau pernah ditanamnya di halaman samping rumah kami. Hasilnya cukup memuaskan. Sempat, karena tanaman kacang panjang yang ditanam bapak terlalu subur, hampir setiap hari kami makan dengan menu kacang panjang.

Sisi positif dari hobinya ini tentu banyak. Pertama, memberikan pekerjaan baru bagi bapak. Maksudnya, dengan bercocok tanam beliau akan memiliki quality time. Jadi waktu yang dimilikinya setelah pensiun ini tidak terbuang sia-sia. Kedua, kalau hasil panennya lumanyan, maka kami pun – anggota keluarga yang lain – bisa menikmatinya tanpa mengeluarkanP010911_08.56_[02]edit uang, alias gratis. Yang terakhir, tentu saja hasil panen tersebut bisa mendapatkan uang.

Belum lama ini, diawali ketika harga cabai melambung tinggi, bapak memutuskan untuk menanam cabai. Tidak tanggung-tanggung, bapak menanam berbagai jenis cabai; dari cabai rawit sampai cabai besar. Hasilnya lumanyan. Ibu tidak perlu mengeluarkan uang lebih untuk membeli cabai, yang pada waktu itu harganya selangit.

Setelah cabai, sekitar tiga minggu yang lalu bapak menanam bawang merah. Sebenarnya ini P010911_08.56editdiawali dari banyaknya sisa bawang merah dari acara masak-masak ulang tahun perkawinan bapak dan ibu bulan Juni lalu. Daripada tidak terpakai dan busuk, bapak berinisiatif untuk menanam sebagian bawang merah tersebut di halaman rumah kami.

Tidak lama kemudian, bapak menambah jumlah tanaman di halaman rumah kami. Bapak menanam melon dan kacang panjang. Tidak puas dengan itu, bapak kemudian menanam jagung. Kalau didata, sekarang ada lima jenis tanaman yang ada di halaman rumahku.

Mengingat ini musim kemarau, maka tanaman yang belum lama ditanam tersebut menbutuhkan suplai air yang cukup banyak. Alhasil, setiap malam P010911_08.58editbapak dengan menggunakan selang menyirami tanaman-tanaman tersebut. Kenapa malam hari? “Karena kalau malam airnya deras”, jawab bapak ketika kutanyakan hal itu padanya.

Namun, tugas tersebut sekarang dibebankan padaku. Kenapa? Sebab bapakku ikut ke Bandung bersama saudara-saudaraku yang pada hari Jum’at kemarin berangkat. Jadi setiap pukul 7 malam sampai pukul 8 aku akan berada di halaman menyirami cabai, jagung, bawang, melon dan kacang panjang.

2 thoughts on “Petani Sehari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s