to kill a mockingbird


Banyak hal tak terduga entah itu menyedihkan, menjengkelkan, ataupun menyenangkan terjadi padaku akhir-akhir ini. Tapi dari ketiga hal itu peristiwa menyedihkan dan menjengkelkan yang paling membekas di hati. Aku kehilangan dua orang yang penting bagi diriku hanya dalam dua minggu. Semimggu setelah ibuku keluar dari rumah sakit, bulikku meninggal dunia. Satu minggu kemudian kakak dari nenekku – yang berarti nenekku juga – meninggal dunia. Lelah fisik dan lelah pikiran. Rasa-rasanya aku ingin sekali pergi menyendiri untuk sementara waktu – menata hati dan pikiran.

Masih dalam masa duka aku juga harus memikirkan hal yang lain – PPL, satu masalah yang juga sangat penting bagiku. Pikiran kacau, hati kacau, ditambah lagi masalah PPL yang kacau membuat diriku makin kacau. Bukan hanya aku saja yang kacau, tapi teman-temanku yang lain juga ikut kacau. Bagaimana tidak, koordinasi antarfrom_my_point_of_view_king_681795a kampus, sekolah dan mahasiswa yang kurang baik membuat semuanya tegang, tidak karuan.

Banyak mahasiswa menyalahkan pihak kampus karena ketidakjelasan nasib mereka. Pihak kampus, di lain pihak, tidak mau disalahkan begitu saja. Menurut mereka, mereka (pihak kampus) sudah berbuat yang maksimal. Somehow, it’s true that that they had worked hard – very hard even. Namun di satu sisi mahasiswa juga merasa tidak puas atas kinerja mereka (pihak kampus). Ditambah lagi sikap yang seolah cuci tangan atas masalah tersebut dari pihak kampus. Hal itu juga tidak bisa disalahkan karena nasib mereka belum jelas.

Kejadian itu kemudian memngingatkanku pada dua hal, novel berjudul “To Kill A Mockingbird” dan perkataan dosenku. Dalam novel tersebut ada satu kalimat yang menurutku sangat bagus, “You never really understand a person until you consider things from his point of view . . . until you climb into his skin and walk around in it” (To Kill A Mockingbird, chapter 3). Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menilai apa yang dilakukan orang, baik itu sebagai hal yang baik maupun jelek. Tapi apakah yang kita pikir baik selalu baik? Dan sebaliknya, yang kita pikir buruk selalu buruk? Novel “To Kill A Mockingbird” bercerita tentang pandangan si penulis tentang tetangga-tetangganya. Ada pandangan yang jelek dan ada pula yang baik. Yang menarik adalah, seringkali dalam komunitas kita, kita sering memberi penilaian terhadap seseorang dan terus mempercayainya karena banyak orang berkata demikian. Hal itu juga diperlihatkan dalam novel tersebut. Namun, si penulis kemudian memiliki pandangan lain setelah dia mencoba melihat dari sudut pandang yang berbeda. Boo Radley yang pada awalnya dianggap orang aneh, gila, dan penjahat ternyata seorang yang baik. Mrs. Henry Lafayette Dubose, seorang wanita tua, pemarah dan konservatif ternyata seorang penyayang dan baik hati. Perlu paling tidak satu alasan untuk melakukan sesuatu. Alasan inilah yang sering kita hilangkan dalam menilai sesuatu. Banyak orang termasuk diriku terlalu sering terjebak dalam persepsinya sendiri dan tidak pernah mencoba untuk melihat suatu hal dari sudut pandang yang lain.  Karena itulah aku sendiripun sering salah menilai atau terlalu cepat menilai.

Salah satu dosenku dalam kuliahnya sering memberikan tugas pada kami mahasiswanya untuk mencari positive reason dari sebuah budaya yang bahkan sering kita nilai sebagai budaya yang tidak baik. Salah satunya adalah kebiasaan orang Indonesia menyerobot antrian. Kami memberi alasan efisien waktu, tapi ternyata salah. Jawaban dosenku sangat simpel, orang Indonesia tidak bisa antri karena antri itu bukan budaya Indonesia. Ketika kami bertanya, “Is it a bad habit?” beliau menjawab,”No. All cultures are good”, semua budaya itu baik tidak ada yang jelek, tidak ada yang salah. There must be reasons for everything. Beliau mencoba menanamkan pada kami untuk tidak terlalu fanatik, mencoba untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda akan membuat kita semakin dewasa; semakin matang sebagai manusia. Beliau mengatakan bahwa manusia sering terjebak dalam pemikiran dunia itu terbagi menjadi dua. Entah itu hitam dan putih, baik dan buruk, atas dan bawah dan sebagainya. Namun dalam kenyataannya dunia itu tidak hanya terbagi menjadi dua saja. Di dunia ini tidak hanya ada hitam dan putih, tapi juga ada abu-abu. Demikian pula dengan baik dan buruk; itu tergantung bagaimana kita melihatnya, dari sudut pandang yang mana.

Setelah aku renungkan kembali, kejadian dua minggu terakhir ini – kaitannya dengan PPL – mungkin juga seperti kedua hal tadi. Pertama, mahasiswa kecewa dan menyalahkan kampus atas nasib mereka karena mereka hanya melihat dari sudut pandang mereka. Tapi apakah itu salah? Tidak, mereka hanya berusaha memperjuangkan nasib mereka dan menuntut hak mereka. Kedua, pihak kampus merasa dilukai karena kerja keras mereka tidak dihargai oleh mahasiswanya. yang sekali lagi karena mereka hanya melihat dari sudut pandang mereka. Sekali lagi itu juga tidak salah. Siapa yang merasa tidak dilukai ketika kerja kerasnya tidak dihargai. Posisiku sekarang adalah mahasiswa yang beberapa saat yang lalu bersama teman-teman mahasiswa yang lain merasa kecewa atas kebijakan kampus. Namun sekarang aku mencoba melihat dari sudut pandang yang lain – sudut pandang pihak kampus. Aku rasa sekarang aku sedikit lebih mengerti keadaannya dan mencoba untuk menerima dan menjalani.

6 thoughts on “to kill a mockingbird

  1. Good.. Good… ternyata ada juga yang berpikiran sama denganku…*finally…
    Setelah sekian hari mencari” orang yg punya pemikiran sama,, i finally found someone.. hahahhahaa…:D
    Lebih super lagi kalo kita gak hanya understanding each other, tp juga mencari kebaikan ato sisi positif dari setiap kesulitan yg dihadapi, sekecil apapun… pasti kita bakal jadi manusia yg bersyukur…
    Ga ada yg salah,, semua benar… tp alangkah baiknya kalo kita sedikit rendah hati mencoba memahami situasi dari banyak aspek.. find some trouble? face it, and live with it! karena ga ada sense nya kalo semua berjalan muluuuusssss…. tar malah kepleset, lg.. heheheheheee….
    anyway,, plz visit my blog too, vita… coming soon yaa alamatnya… hahahahahahha…:D

  2. great writing vita…
    inspiring (**)

    jangan sedikit sedikit nyalahin oknum satu dan yang lainya in my opinion they are already do their job. self reflection and understanding others are absolutely needed in somebody’s life.

    hahahha…..
    ditunggu postingan selanjutnya…..

  3. udah bikiin… tp blom 100% jadi karena loading nya lama pake modem.. enak hotspotan… aku pake tumblr.com… agak susah loadingnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s