the odd hospital (part 2)


Itu baru kamar mandinya ruangan kelas 1. Aku membanyangkan bagaimana kamar mandi ruangan yang kelasnya jauh lebih rendah. Akankah fasilitasnya jauh lebih mengerikan? Aku jadi tidak berani membayangkan. Selagi UGD saja ada lalatnya, maka wajar kalau di kamar mandi ada kecoanya. benar-benar mengerikan.

Ada ungkapan kalau makanan rumah sakit itu tidak enak. Ungkapan ini sempat terbantahkan olehku sendiri ketika tiga kali ibu serta nenekku dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Jogja. Menurutku, masakan di sana enak (tergantung penyakit apa yang diderita). Keadaan yang berbeda terlihat di rumah sakit negri tempat ibuku dirawat baru-baru ini. Berdasarkan penuturan ibuku dan pengamatanku, menu makanan yang diberikan hampir sama tiap harinya. Mungkin ungkapan kalau masakan rumah sakit itu tidak enak berasal dari pengalaman yang hampir sama dengan ibuku.

Hari pertama di rumah sakit, waktu itu di ICU, menu makanannya adalah nasi tim, telur rebus dan tempe untuk pagi, siang dan malam. Hari kedua di ICU pun ibuku diberikan menu yang sama. Ketika kutanya bosan atau tidak, ibuku menjawab “mau gimana lagi? adanya ya cuma itu”. Hari ketiga (pagi hari) menunya sedikit agak berbeda: nasi tim, ayam goreng, tempe. Yang lucu dari menu yang diberikan itu adalah hampir semua pasien menerima menu makanan yang sama. Bagaimana aku tahu? Tentu saja dengan memperhatikan. Karena menu yang hampir sama tiap harinya, aku dan kakakku sempat menjadikan hal tersebut sebagai bahan tertawaan. kami bilang saja (pada ibu dan bapak) kalau ahli gizi rumah sakitnya itu punya pabrik tempe. Nah, untuk menghemat biaya operasional rumah sakit, dibuatlah MoU antara RS dan pabrik tempe. Intinya, kalau pabrik tempenya belum bangkrut maka menunya akan tetap seperti itu. Open-mouthed smile

Ketika aku dan kakakku dalam perjalanan pulang ke rumah dari rumah sakit, kami sempat berbagi cerita tentang keanehan apa lagi yang akan kami temukan di rumah sakit tersebut di hari berikutnya. Guyonan kami itu ternyata menjadi kenyataan. Esok harinya ketika kami ke rumah sakit, kami menjumpai becak yang dikayuh di lorong dekat bangsal pasien. Sontak kami langsung berpandangan tidak percaya. Seumur hidup, itu kali pertama kami melihat ada becak bisa masuk rumah sakit. Laughing out loud

Kalau dicermati dengan lebih teliti, mungkin masih banyak hal-hal tidak wajar yang ada di rumah sakit itu. Hanya saja, waktu dan ruang gerakku sangatlah terbatas. Kalau saja aku bisa menjelajah rumah sakit itu dengan bebas, aku bisa menemukan banyak hal-hal aneh lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s